Hikmah Surat Al-Baqarah ayat 5
"Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung."
Isim isyarat ulaaika (mereka itu) pada huda dan muflihun menunjukkan keadaan yang berbeda antara orang yang mendapat petunjuk dan orang yang beruntung (menang/sukses). Kecenderungan orang yang mendapat pentunjuk adalah ketika tertanam keimanan pada diri seseorang, seolah-olah ini menunjukkan awal mula dari perjalanan seseorang. Kemudian kataal-falah secara bahasa bermakna robek atau belahan, sehingga muflih adalah orang yang membelah, seolah-olah seseorang sedang membelah penghalang untuk mendapatkan apa yang dia cari, bisa disimpulkan bahwa muflih adalah keadaan akhir seseorang setelah melakukan semua usaha dan memecah semua kesulitan yang ia hadapi dan pada akhirnya mendapatkan apa yang dia usahakan.
Keterkaitan dengan ayat-ayat sebelumnya (ayat 2 sampai 4) adalah ketika seseorang mendapatkan hidayah, petunjuk dan iman kemudian ingin mendapatkan ada yang dia inginkan berupa surga dan ridho Allah, maka tidak ada jalan lain selain bertaqwa.
Kelembutan tafsir dari ayat ini adalah seseorang yang mendapatkan pentunjuk sehingga beriman akan melalui beberapa fase dalam kehidupannya. Ia harus beribadah juga harus menghadapi pahit getirnya ujian di dunia, baik berupa kebahagiaan yang melenakan maupun kesedihan yang menyesakkan hati. Semua itu harus dia hadapi dengan penuh ketaqwaan hingga pada akhirnya ia menjadi muflih (orang yang menang/sukses) berupa kebahagiaan di akhirat tentu karena rahmat dan kasih sayang Allah.
Maraji:
Tafsir Ibnu Katsir
Fathul Qodir Syaukani
Shafwatut Tafassir Ash Shabuni
Rawaiul Bayan Ash Shabuni
Tafsir Ibnu Katsir
Fathul Qodir Syaukani
Shafwatut Tafassir Ash Shabuni
Rawaiul Bayan Ash Shabuni
No comments:
Post a Comment