Pertentangan Antara Perkataan dan Perbuatan Rasulullah ﷺ
Inilah dia keadaan-keadaan yang seolah-olah menunjukkan pertentangan antara perkataan dan perbuatan Rasul ﷺ, sebagai contoh hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dari jalan Rubayyi' Binti Maudz Bin Afra', "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengusap kepalanya dengan sisa air di tangannya" dan dari Sufyan Ats Atsauri, dia berkata telah menceritakan kepadaku Rubayyi' Binti Maudz Bin Afra' dia berkata "Bahwasanya Rasulullah ﷺ mendatangi kami ..., dan beliau ﷺ mengusap kepalanya dengan sisa air wudhu dari tangannya " riwayat Ahmad. Maka perbuatan Rasul ﷺ ini bertentangan dengan riwayat Thabarani bahwa Rasulullah ﷺ bersabda "Ambillah air yang baru untuk kepalamu!" Penggabungan diantara kedua dalil tersebut adalah perkataan beliau ﷺ khudu (ambillah) merupakan seruan untuk umatnya saja dan tidak berlaku umum, penjelasannya sebagai berikut, sesungguhnya seruan Rasul ﷺ kepada umatnya merupakan seruan beliau ﷺ sendiri juga, karena hal itu masuk pada susunan kalimat yang bersifat umum, akan tetapi jika datang qarinah (indikasi) yang menunjukkan pada hukum yang khusus maka hukum tersebut berada pada kekhususannya (yang diamalkan adalah hukum yang khusus), disini datang pemahaman bahwa beliau ﷺ mengusap kepalanya dengan sisa air wudhu, disisi lain beliau ﷺ bersabda "Ambillah air yang baru untuk kepalamu!" Maka hal itu menunjukkan adanya qarinah bahwa perbuatan tersebut dikhususkan untuk beliau ﷺ dan perkataan beliau dikhususkan untuk umat beliau ﷺ, dari hal ini dapat dipahami tidak ada pertentangan antara perkataan beliau ﷺ "Ambillah air yang baru untuk kepalamu!" dengan perbuatan beliau ﷺ yang tidak mengambil air yang baru tetapi mengusap kepalanya dengan sisa air wudhu dari tangannya karena perbuatan tersbut adalah dikhususkan bagi beliau ﷺ. Dan yang demikian itu karena perintah beliau ﷺ kepada umatnya merupakan perintah khusus bagi umat dengan qarinah perbuatan beliau ﷺ. Demikianlah metode terbaik dalam menyimpulkan dalil-dalil yang dijadikan asas pengambilan keputusan dalam rangka mengikuti perintah dan perbuatan Rasul ﷺ. Kesimpulan, dari hal itu adalah menegakkan dalil yang bersifat umum kepada yang khusus dan tidak wajib berasas dari perbuatan ini dimana datang perintah kepada umat yang menyelisihi perbuatan tersebut.
Selesai terjemahan.
Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat, aamiin.
No comments:
Post a Comment